Kamis, 19 Oktober 2017

MAKALAH --- KONSEP SENI DI SD (STKIP NASIONAL)

MAKALAH
KONSEP PENDIDIKAN SENI DI SD
TENTANG
“Fungsi Pendidikan Seni di SD”
Disusun Oleh:
Adi Darma Surya (17101080)
                             Hera Susilawati (17101014)
Asmiwati(17101083)

Dosen Pembimbing:
Winda Febrianti Sari, M.Pd

 PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
STKIP NASIONAL PADANG PARIAMAN

TAHUN 2017

KATA PENGANTAR


      Puji syukur penulis ucapakan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga dapat menyelusaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk dan isinya yang mungkin sangat sederhana.
      Makalah ini berisikan tentang fungsi seni di sekolah dasar yaitu sebagai media ekspresi diri, media komunikasi, media bermain dan media pengembangan bakat. Semoga makalah ini dapat dipergunakan dan bermanfaat bagi para pembaca.
       Makalah ini penulis akui masih banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis harapkan pembaca untuk memberikan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.


Padang Pariaman, 2 Oktober 2017
Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……….….…………………………………………………………………...……i
Daftar Isi…………………………………………………………………………………….…….ii
BAB 1 PENDAHULUAN……………………………………………….……………………….1
1.      Latar Belakang……………………………………………………………………….……1
2.      Rumusan Masalah…………………………………………………………………….…...1
3.      Tujuan Penulisan…………………………………………………………………….…….1
BAB 2 PEMBAHASAN…………………………………………………………………….……2
A.    Fungsi Pendidikan Seni di Sekolah Dasar…………………………………………….…..2
1.     Fungsi Seni Sebagai Media Ekspresi Diri………………………………………..2
2.     Fungsi Seni Sebagai Media Komunikasi…………………………..…...………...3
3.     Seni Sebagai Media Pembinaan Kreativitas……………………………………...4
4.    Seni Sebagai Model Pelatihan Pengembangan Hobi dan Bakat……………....…5
BAB 3 PENUTUP
A.  Kesimpulan……………………………………………………………………………7
B.  Saran……………………………………………………………………………….….7
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………….8


BAB I
PENDAHULUAN

1.        Latar Belakang
Seni merupakan segala perbuatan manusia yang timbul dari perasaannya dan bersifat indah, bagi siswa sekolah dasar sangatlah penting. Pendidikan seni meliputi semua bentuk kegiatan tentang aktivitas fisik dan nonfisik yang tertuang dalam kegiatan berekspresi, bereksplorasi, berkreasi dan berapresiasi melalui bahasa rupa, bunyi, gerak dan peran.
Melalui pendidikan seni anak dilatih untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman mencipta yang disesuaikan dengan lingkungan alam dan budaya setempat serta untuk memahami, menganalisis, dan menghargai karya seni. Tegasnya pendidikan seni di sekolah dapat menjadi media yang efektif dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan sensitivitas anak.

2.        Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah :
1.        Apa saja fungsi pendidikan seni?
2.        Bagaimanakah fungsi seni sebagai media ekspresi?
3.        Bagaimanakah fungsi seni sebagai media komunikasi?
4.        Bagaimanakah fungsi seni sebagai pembinaan kreativitas?
5.        Bagaimanakah fungsi seni sebagai pengembangan hobi dan bakat?

3.        Tujuan Penulisan
Sesuai dengan perumusan masalah diatas, penulisan makalah ini dimaksudkan untuk :
1.        Mengetahui fungsi pendidikan seni secara garis besar.
2.        Mengetahui fungsi seni sebagai media ekspresi.
3.        Mengetahui fungsi seni sebagai media komunikasi.
4.        Mengetahui fungsi seni sebagai pembinaan kreativitas.
5.        Mengetahui fungsi seni sebagai pengembangan hobi dan bakat.



BAB II
PEMBAHASAN

A.       Fungsi Pendidikan Seni di Sekolah Dasar
      Seni sebagai bagian dari alat pendidikan memiliki fungsi yang berarti bagi perkembangan anak didik, di antaranya pendidikan seni sebagai media ekspresi, sebagai media komunikasi, dan sebagai media pengembangan hobi dan bakat. Berikut ini adalah penjelasannya.
1.         Seni Sebagai Media Ekspresi Diri
       Pembahasan seni sebagai media ekspresi telah banyak diungkapkan oleh John Dewey: art as media expression. Dalam pandangannya dijelaskan bahwa secara harfiahnya, manusia itu selalu mengungkapkan angan-angan dan pikirannya, perasaan dalam berbagai hal sebagai pernyataan, komunikasi maupun ungkapan segala macam kebutuhannya. Oleh karenanya, manusia membutuhkan media atau alat menyalurkan ungkapan tersebut. Apalagi, anak kecil hingga dia berusia sekolah dasar, ungkapan perasaan merupakan suatu perbuatan yang sangat diharapkan bagi para orang tua sehingga kebutuhan anak dapat diketahui. Anak kadang sulit menyampaikan isi perasaan karena kemampuan berbahasa anak masih terbatas, maka melalui berbagai medium anak mencoba mengungkapkan. Pada kesempatan ini pendidikan adalah usaha untuk memfasilitasi anak untuk mengungkapkannya.
     Contoh tadi mengungkapkan bahwa ungkapan atau luapan emosi anak adalah perbuatan yang naluriah, sehubungan bahasa dan media anak untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran yang sedang sesak oleh beberapa hal, akhirnya media yang digunakan adalah menangis. Barangkali dengan menangis yang lama anak akan merasa lega atau dengan mengamuk membanting barang dan mainannya menjadi reda. Itulah cara berekspresi anak terhadap keinginan yang sulit diungkapkan.
     Dari beberapa media ungkap, maka seni dapat digunakan sebagai wahana atau cara mengungkapkan segala kesusahan dan kemauan anak. Mereka kadang menyanyi tanpa ada irama dan nada yang pas menurut ukuran orang dewasa, atau menggambar sesuka hati disertai dengan perilaku mengamuk diatas kertas, atau kadang anak menirukan gerakan ibu yang sedang memarahi kakaknya. Itu semua adalah usaha anak untuk membebaskan dari sesaknya pikirian dan perasaan. Usaha ini kadang tidak dimengerti oleh orang tua, tiba-tiba orang tua melarangnya untuk menari da dikatakan anak gila, menari sendiri. Demikian pula dengan berpura-pura membawa tongkat sapu anak menirukan penyanyi di layar televisi.  Ini semua merupakan ungkapan anak akan ide dan gagasan yang tidak dapat diutarakan kepada orang lain. Barangkali anak sulit menyusun kalimat agar jangan sampai menusuk perasaan hati orang lain, atau anak yang teramat jengkel ide dan gagasan tidak dapat diterima oleh orang tuanya atau malah permintaan anak yang tidak pernah terpenuhi lahirlah cara baru mengungkapkannya.
     Pada kesempatan ini pendidikan seni melatih anak mengungkap isi hati dan pikiran yang sulit diungkapkan melalui kata-kata. Seni memberikan kesempatan ide dan pikiran diungkapkan melalui gerakan sehingga berujud tarian, demikian pula seni memberikan kesempatan mengungkapkan yang dirasakan, gagasan, dan pikiran anak melalui rangkaian nada dan suara atau mewujudkannya dalam bentuk gambar. Pelatihan seni sebagai media ekspresi diwujudkan dalam bentuk pelatihan komposisi, nada, suara, ritme, bentuk yang dapat dimengerti orang lain serta gerakan yang membuat orang dewasa terkagum melihatnnya. Atau, kadangkala seni melatih anak untuk mampu mengutarakan segala sesuatunya tanpa wujud seperti seorang anak yang mengangis atanpa ide mereka membanting alat-alat permainan.

2.         Seni Sebagai Media Komunikasi
     Dari contoh diatas sebenarnya anak membutuhkan media untuk menuangkan pikiran dan perasaan. Titik bijak untuk mengatasi persoalan anak adalah mengajarkan anak mampu mengutarakan pendapat. Jika uraian di atas dijelaskan bahwa anak diberikan media untuk mengungkapkan secara nyata sehingga terwujud karya seni. Maka sisi lain yang juga harus menjadi titik perhatian adalah cara mengungkapkannya. Cara pengungkapan ini bertumpu pada komunikasi. Komunikasi adalah usaha anak untuk mampu mengutarakan pendapat dengan jelas, teratur, dan mudah dipahami orang lain. Jika anak telah menemukan media ekspresi yang cocok, kini saatnya ide dan perasaan itu diungkapkan secara teratur, atau dikomunikasikan dengan teratur.
     Melalui pembelajaran bahasa dan pendidikan seni anak dilatih mengatur segala pikiran dalam tahapan-tahapan tertentu sehingga apa yang akan diutarakan jelas. Bahasa akan dilakukan pelatihan menyusun kalimat, kata serta tekanan yang menjadikan keinginan  anak diketahui orang lain. Demikian pula dengan seni, anak akan dilatih lewat medium suara, gerak dan bentuk yang dapat melengkapi ungkapan bahasa tadi. Melalui gambar misalnya, anak akan mampu menerangkan peta dan geografi suatu daerah demikian pula lewat nada dan suara yang indah anak akan mampu memberikan gambaran tentang alam yang indah pula.
     Dengan demikian pendidikan seni sebenarnya adalah pelatihan berkomunikasi lewat karya seni. Melalui seni anak dilatih menyusun keindahan kata-kata dengan halus budinya, dilatih berprilaku sopan ketika akan menjawab pertanyaan, demikian pula akan memberikan kesan yang senang, damai, indah dan menarik. Karena, pendidikan seni melatih ungkapan komunikasi dengan dikemas dalam tampilan yang menarik, indah, dan menyenangkan orang lain.
      Manfaat yang besar dengan belajar seni adalah seni mengajarkan pemahaman tentang komunikasi visual . sangat penting untuk memahamkan murid perihal keterkaitan antara materi pelajaran, susunan objek, maupun arti dari karya yang telah diciptakan sendiri. Karya-karya tersebut sebagai ungkapan diri maupun sebagai refleksi dari dirinyadalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi pengetahuan yang berada pada kelas-kelas awal, dimana pikiran dan perasaan anak masih menyatu, kelihatannya saling mempengaruhi, sehingga sulit membedakan bentuk-bentuk yang diciptakan. Sebagai contoh: ketika seorang anak menari sendirian ketika mendengarkan lagu tampak bahwa refleksi terhadap irama menyentuh kepada rasa gerak dan lambat laun ketika ambang sadar berubah menuju kesadaran penuh gerakan tersebut diulang dan ditata sebagai karya tari.
      Namun, orang dewasa belum melihat proses perkembangan gerak sebagai dasar perilaku anak dikemudian hari. Rasa indah yang muncul dari sentuhan irama dan nada tadi diisi dengan syair yang dibuat sendiri, jadilah pikiran anak muncul dan menyatu dalam rasa ekspresi seni gerak dan lagu.

3.         Seni Sebagai Media Pembinaan Kreativitas
      Seorang tokoh pendidikan yang banyak mengemukakan peranan seni dalam pendidikan adalah Herbert Read (1959), dalam pendapatnya dikatakan bahwa art is most simply and most usually defined as attempt to create a pleasing form. Pendapat ini memberikan inspirasi dalam pelaksanaan pendidikan. Pada umumnya  seni memberikan andil dalam pendidikan anak dalam meningkatkan kreativitas. Kreativitas dapat diartikan sebagai kiat seseorang untuk mempertahankan hidup melalui usaha yang ulet, tekun dan inovasi sehingga tidak kekurangan akal dalam menghadapi kesulitan dan tantangan hidup. Perliaku ini sangat banyak dimiliki oleh pendidikan seni. Pada dasarnya pendidikan seni adalah pendidikan kreatif, yaitu pendidikan untuk memberikan kesempatan pada anak untuk berkembang sesuai dengan naluri  dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi sehari-hari secara mandiri.
      Pendidikan kreatif dalam pendidikan seni dilatihkan melalui 3 (tiga) medium: gerak yang dilatihkan melalui pembelajaran seni tari, suara yang dilatihkan melalui pembelajaran seni suara, dan kreativitas mencipta bentuk sebagai inbond activity melalui pembelajaran seni rupa.
       Pelatihan kreativitas anak melalui pendidikan seni dicapai dengan :
1.      Kemampuan perceptual yang meliputi kepekaan inderawi terhadap rupa, bunyi, gerak dan perpaduannya serta karya kerajinan dan teknologi.
2.      Pengetahuan yang meliputi pemahaman, analisis, dan evaluasi.
3.      Apresiasi yang meliputi kepekaan rasa, estetika, kesesuaian fungsi bentuk, artistic serta memiliki sikap menghargai dan menghayati.
4.      Produksi mencakup kreativitas dalam berkarya dan berimajinasi.
      Dari uraian diatas dapat ditarik suatu makna, bahwa pendidikan kreativitas pada dasarnya adalah pendidikan untuk melatih berfikir global dan komprehensif.
4.    Seni Sebagai Model Pelatihan Pengembangan Hobi dan Bakat
     Salah satu tugas pendidikan seni adalah mengenali potensi yang ada. Potensi anak secara kodrati mempunyai sifat berbeda di antaranya , seperti dikatakan dalam modul sebelumnya: bahwa sebanyak 100 orang anak yang belajar seni, maka hasil karya mereka mempunyai 100 sifat. Sebab, setiap anak mempunyai corak, karakter dan penampilan yang berbeda-beda.
      Bertolak dari potensi yang berbeda tersebut, maka di antara beberapa orang anak lebih mudah menerima rangsangan seni ketika proses apresiasi seni berjalan. Ketika seorang siswa diajak berjalan-jalan dalam rangka berdharmawisata, salah seorang diantarnya cepat menerima keterangan tentang karakteristik pohon yang ada di lingkungan hutan tersebut. Bahkan anak tersebut kemudian dengan tidak sengaja mampu menyusun lirik sebuah lagu yang berisi tentang kehebatan dan kelebihan hutan yang dikunjungi. Anak kadangkala menyanyikan lirik tersebut seraya mengiringinya dengan instrument batu yang dipukulkan ke batu lain. Tentu saja batu yang dipilih adalah batu yang dapat mewakili nada yang diinginkan. Mereka menjajarkan batu-batu temuan tersebut kemudian diketuknya satu persatu untuk mengiringi lirik lagu yang diciptakannya.
     Seorang anak yang cepat dan tepat menginterpretasi alam kemudian diekspresikan lewat nada dan irama, atau irama dengan geraknya serta bentuk-bentuk visual yang diharapkan menjadi symbol ide penciptaanya, anak tersebut dikatakan mempunyai bakat. Jadi bakat berkesenian adalah kepekaan rasa seseorang terhadap sentuhan seni dan mudah mengekspresikan sesuai dengan tahapan kontrak tugas guru yang diberikan kepada siswa. Ekspresi siswa tersebut mudah dipahami bentuk, warna, serta cara mengungkapkannya. Dari sisi hasil makna anak yang berbakat seni adalah anak yang mampu menanggapi karya seni orang lain serta mampu mensistematikan sesuai dengan rancangannya, ransangan tersebut dapat berupa suara, gerakan, dan bentuk.
      Dari skema tersebut menunjukkan terdapat tiga tipe anak yang mempunyai kemampuan memahami seni: anak yang mempunyai bakat adalah anak yang cepat menerima tanggapan seni serta mengungkapkannya dalam bentuk produksi seni, pengetahuan seni serta apresiasi seni. Sedangkan anak yang berbakat sedikit adalah anak yang mempunyai pemahaman seni dan dapat mengutarakannya walaupun kuantitasnya rendah dibandingkan dengan tipe diatas. Anak yang mempunyai  apresiasi tinggi, namun pemahaman tentang wujud , irama, serta komposisi (pengetahuan seni) belum sepenuhnya tampak dalam bentuk produksi karya.












BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan
Pendidikan seni berfungsi diantaranya sebagai media ekspresi, sebagai media komunikasi , dan sebagai media pembinaan kreativitas, serta sebagai media pengembangan bakat dan hobi.
Dengan seni akan melatih anak mengungkap isi hati dan pikiran mereka yang sulit diungkapkan melalui kata-kata. Seni memberikan kesempatan ide dan pikiran yang diungkapkan melalui gerakan sehingga akan berwujud tarian yang sedemikian rupa. Ataupun memberikan kesempatan mengungkapkan apa yang dirasakan, gagasan dan pikiran anak melalui beberapa rangkaian nada dan suara atau bisa jadi dalam bentuk gambar.
Melalui pendidikan seni memberikan kesempatan kepada anak untuk berkembang sesuai dengan naluri dalam memecahkan masalah yang dihadapi sehari-hari melalui 3 medium, yakni gerak yang diajakarakn melalui tari, suara yang diajarkan melalui musik, dan kreatifitas dalam pembelajaean seni.
B. Saran
Seni memiliki peran yang penting dalam pendidikan. Karena seni memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal, interpersonal, naturalis serta kecerdasan kreativitas, kecerdasan spiritual dan moral, dan kecerdasan emosional.








DAFTAR PUSTAKA

Pamadhi, Hajar. 2009. Pendidikan Seni di SD. Jakarta: Universitas Terbuka


 Contact: 0751-4856101


Silahkan singgah di Toko Online Kami "Nona Cake Pariaman", Download aplikasinya di Google Play!

Makalah - Keanekaragaman Makhluk Hidup (STKIP NASIONAL)

MAKALAH
KONSEP DASAR IPA I
TENTANG
“Ciri-ciri dan Keanekaragaman Makhluk Hidup”
Disusun Oleh:
Adi Darma Surya (17101080)
Fitri Ramadhani Wenas (17101025)
Resi Rahmi (17101008)

Dosen Pembimbing:
Elsy Melia Syari, S.Pd., M.Pd

 PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
STKIP NASIONAL PADANG PARIAMAN

TAHUN 2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapakan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga dapat menyelusaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk dan isinya yang mungkin sangat sederhana.
Makalah ini berjudul tentang Ciri-ciri dan Keanekaragaman Makhluk Hidup. Semoga makalah ini dapat dipergunakan dan bermanfaat bagi para pembaca.
Makalah ini penulis akui masih banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis harapkan pembaca untuk memberikan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk perbaikan di masa yang akan datang.


Padang Pariaman, 6 Oktober 2017
Penulis


DAFTAR ISI
Kata Pengantar……….….………………………………………………………………….
i
Daftar isi…………………………………………………………………………………….
ii
Daftar Gambar………………………………………………………………………………
iii
Daftar Tabel………………………………………………………………………………...
iv
BAB 1 PENDAHULUAN………………………………………………………………….
1
     1.  Latar Belakang………………………………………………………………….……
1
     2.  Rumusan Masalah…………………………….………………………………………...
1
     3.  Tujuan Penulisan………………………………………………………………………..
1
BAB 2 PEMBAHASAN……………………………………………………………………
2
A.        Perbedaan Makhluk Hidup dan Tak Hidup……………………………………………..........
2
1.      Makhluk hidup melakukan pernapasan………………………………………..
2
2.      Makhluk hidup memerlukan makanan dan air………………………………...
2
3.      Makhluk hidup dapat tumbuh kembang……………………………………….
3
4.      Makhluk hidup berkembang biak……………………………………………..
3
5.      Makhluk hidup menerima dan member tanggapan terhadap rangsangan……..
3
B.        Perbedaan dan Persamaan Hewan dan Tumbuhan…………………………………….
4
C.        Keanekaragaman Ekosistem………………………………..…………………………
5
D.        Keanekaragaman Jenis…………………………………….…………………………..
6
1.      Kekayaan jenis makhluk hidup di Indonesia………………………………….
6
2.      Keanekaragaman mikrobiota di Indonesia…………………………………….
7
3.      Keanekaragaman tumbuhan berpembuluh di Indonesia………………………
8
4.      Keanekaragaman hewan di Indonesia…………………………………………
9
E.      Keanekaragaman Genetik……………………………………………………………..
11
BAB 3 PENUTUP………………………………………………………………………….
12
     A.    Kesimpulan…………………………………………………………………………...
12
     B.    Saran…………………………………………………………………………………
12
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………
13


 DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1
Keanekaragaman ekosistem………………………………………………….
6
Gambar 1.2
Keanekaragaman mikrobiota………………………………………………
8
Gambar 1.3
Keanekaragaman tumbuhan dan buah……………………..…………………
9
Gambar 1.4
Keanekaragaman hewan…………………………………………………...
11


DAFTAR TABEL

Tabel 1.1
Persamaan dan Perbedaan Tumbuhan dan Hewan……………………………….
4


BAB I
PENDAHULUAN
1.         Latar Belakang
Makhluk hidup merupakan benda hidup yang mempunyai ciri-ciri yang membedakan dengan benda tak hidup. Ciri-ciri tersebut seperti halnya memerlukan makan, bernapas, tumbuh dan berkembang, mampu berkembang biak, peka terhadap rangsang serta bergerak. Selain itu, ciri-ciri makhluk hidup yang membedakan dengan benda tak hidup adalah mengeluarkan zat sisa.
Keanekaragaman makhluk hidup meliputi berbagai macam keragaman bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat yang terlihat  pada berbagai tingkatan persekutuan makhluk hidup yaitu tingkatan ekosistem, tingkatan jenis dan tingkatan genetik.

2.         Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah :
1.         Apa saja perbedaan makhluk hidup dengan tidak hidup?
2.         Apa saja perbedaan dan persamaan hewan dan tumbuhan?
3.         Apa dimaksud dengan keanekaragaman ekosistem?
4.         Bagaimanakah keanekaragaman jenis di Indonesia?
5.         Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman genetik?

3.         Tujuan Penulisan
Sesuai dengan perumusan masalah diatas, penulisan makalah ini dimaksudkan untuk :
1.         Mengetahui perbedaan makhluk hidup dengan tidak hidup.
2.         Mengetahui perbedaan dan persamaan hewan dan tumbuhan.
3.         Mengetahui apa yang dimaksud dengan keanekaragaman ekosistem.
4.         Mengetahui keanekaragaman jenis di Indonesia.
5.         Mengetahui apa yang dimaksud dengan keanekaragaman genetik.



BAB II
PEMBAHASAN

A.          Perbedaaan Makhluk Hidup dan Makhluk Tidak Hidup

1.            Makluk Hidup Melakukan Pernapasan
Ciri pertama yang ditunjukkan makhluk hidup dan tidak dilakukan oleh makhluk tidak hidup adalah bernapas. Semua makhluk hidup baik hewan, maupun tumbuhan melakukan proses ini dan proses ini berlangsung siang dan malam selama makhluk  tersebut hidup. Dalam pernapasan ini makhluk hidup mengambil oksigen dari lingkungannya dan mengeluarkan karbondioksida serta uap air kedalam lingkungannya.
Oksigen di dalam tubuh makhluk hidup digunakan untuk proses pembakaran (oksidasi), dari proses ini akan menghasilkan energi yang akan digunakan untuk aktivitas hidup. Proses pembakaran ini dikenal sebagai pernapasan sel karena proses tersebut berlangsung di dalam sel.
Tidak semua makhluk hidup melakukan pernapasan sel dengan menggunkan oksigen. Ada juga makhluk hidup yang melakukan pernapasan tanpa memerlukan oksigen. Proses ini dikenal dengan pernapasan anaerob seperti yang terjadi pada jamur ragi.
Pada umumnya, oksigen yang diperlukan untuk pernapasan sel tersebut masuk ke dalam tumbuhan melalui stomata dan lentisel. Sedangkan pada hewan melalui organ pernapasan khusus, sesuai dengan jenis hewannya.
Organ pernapasan hewan umumnya melakukan gerak aktif untuk memasukkan dan mengeluarkan gas. Sedangkan pada tumbuhan tidak memiliki organ pernapasan khusus, pertukaran gas antara organism dan lingkungannya terjadi karena proses difusi. Semua bagian tumbuhan seperti batang, daun, dan akar dapat melakukan proses difusi.

2.            Makhluk Hidup Memerlukan Makanan dan Air
Tumbuhan juga memerlukan makanan dan air hanya bentuk dan prosesnya yang berbeda. Hewan memakan makanan dalam bentuk sudah menjadi bahan makanan, kemudian diolah di dalam tubuhnya menjadi zat-zat makanan (protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral). Sedangkan tumbuhan mengambil makanan dari  lingkungan berupa unsur-unsur dan mineral yang belum berupa makanan. Kemudian, melalui proses fotosintesis disusun menjadi makanan. Makanan diambil hewan dari lingkungannya dalam berbentuk padat atau cair, sedangkan tumbuhan dalam bentuk cair dan gas.
Makanan diperlukan oleh makhluk hidup untuk sumber tenaga, untuk tumbuh kembang, dan mengganti sel-sel yang rusak. Sedangkan air diperlukan untuk keseimbangan tubuh, pelarut beberapa zat, vitamin, dan mineral. Makanan diubah menjadi zat-zat yang diperlukan tubuh setelah malalui proses biologi dan kimiawi. Sebagian zat makanan tersebut kemudian melalui proses pembakaran diubah menjadi energy. Untuk proses ini diperlukan oksigen yang di dapat dari proses pernapasan.

3.            Makhluk Hidup dapat Tumbuh Kembang
Tumbuh merupakan suatu proses bertambah besarnya ukuran makhluk dan penambahan ukuran ini tidak kembali kepada ukuran semula. Sedangkan kembang merupakan kata dasar dari berkembang. Yaitu proses pencapaian kedewasaan, mulai dari bentuk atau keadaaan yang sederhana, seperti biji ke bentuk atau keadaan yang makin kompleks, misalnya pohon. Penambahan ukuran dan pencapaian kedewasaan ini terjadi karena adanya proses pembentukan jaringan baru yang diawali oleh penambahan jumlah, ukuran, dan fungsi dari sel.
Makhluk hidup tumbuh dan kembang karena adanya suplai makanan ke dalam tubuh yang secara kimia berbeda dengan dirinya.

4.            Makhluk Hidup Berkembang Biak
Pemilikan kemampuan untuk berkembang biak merupakan suatu gejala dasar yang membedakan antara makhluk hidup dan makhluk tak hidup. Manusia, kucing, ular, dan serangga mempunyai anak dan anak-anaknya ini berkembang menjadi dewasa. Pohon menghasilkan biji dan akhirnya biji ini menjadi pohon kembali. Makhluk tak hidup tidak dapat menunjukkan gejala ini.

5.            Makhluk Hidup Menerima dan Memberikan Tanggapan terhadap Rangsang (Iritabilitas)
Hal terakhir yang membedakan makhluk hidup dari makhluk tak hidup adalah kemampuan menerima dan memberikan tanggapan terhadap rangsang. Dengan istilah ini, tidak berarti manusia, gajah, atau pohon mudah terangsang, yang kita maksudkan mereka memberi tanggapan (respons) terhadap perubahan dalam lingkungannya.
Tanggapan makhluk hidup terhadap rangsang umumnya diperlihatkan dalam bentuk gerak. Gerak tumbuh, gerak sebagian tubuh ataupun gerak berpindah tempat. Sebagian makhluk tak hidup, ada juga yang secara sepintas kita menganggapnya dapat bergerak, misalnya motor, mobil, sepeda atau air sungai. Sebenarnya, benda-benda tersebut tidak dapat bergerak jika tidak ada gaya yang menggerakkannya.

B.           Perbedaan serta Persamaan Tumbuhan dan Hewan
Berikut ini adalah tabel persamaan dan perbedaan tumbuhan dan hewan
No.
Persamaan
Perbedaan
Tumbuhan
Hewan
1.
Sama-sama melakukan proses pernapasan
·         Tidak memiliki alat pernapasan khusus
·         Mengambil dan mengeluarkan gas secara pasif
·         Umumnya memiliki alat pernapasan khusus
·         Mengambil dan mengeluarkan gas secara aktif
2
Sama-sama memerlukan makanan dan air
·         Dapat menyusun makanan sendiri, dari zat-zat sederhana yang ada di lingkungannya
·         Makanan diambil dalam bentuk gas dan cair
·         Makan makhluk hidup lain
·         Makanan diambil dalam bentuk padat dan cair
3.
Sama-sama dapat tumbuh kembang
·         Tumbuh kembang berlangsung selama hidupnya, ada daerah tumbuh tertentu
·         Bentuk tubuh menyebar dan bercabang, jumlah bagian tubuh tak tentu
·         Tumbuh kembang terjadi pada masa tertentu serempak pada seluruh bagian tubuh
·         Bentuk tubuh tertentu, jumlah, jumlah bagian tubuh tertentu
4.
Sama-sama dapat melakukan perkembangbiakan, secara kawin atau tak kawin
·         Pembuahan terjadi di dalam alat perkembangbiakan betina
·         Umumnya jumlah anak banyak, tidak dipelihara oleh induk
·         Pembuahan dapat terjadi di  dalam tubuh, misalnya pada kucing dan dapat pula terjadi di luar tubuh, misalnya ikan
·         Umumnya jumlah anak terbatas, dipelihara dan dilindungi
5.
Sama-sama menerima dan memberikan tanggapan terhadap rangsang
·         Reaksi terhadap rangsang lambat, terbatas dan lebih pasif
·         Umumnya menetap atau bergerak sebagian tubuh
·         Reaksi terhadap rangsang cepat simultan dan aktif
·         Dapat berpindah tempat
Tabel 1.1
C.       Keanekaragaman Ekosistem
Ekosistem merupakan suatu satuan lingkungan, yang terdiri dari unsur-unsur pokok biotik, yaitu jenis-jenis makhluk hidup, serta unsur abiotik, yaitu faktor-faktor fisik (iklim, air, tanah) dan kimia (keasaman,salinitas) yang saling berinteraksi satu sama lainnya. Gatra yang dapat kita gunakan sebagai ciri keseluruhan ekosistem adalah energitika (taraf trofi atau makanan, yaitu produsen, konsumen, dan redusen), pendauran hara (peran pelaksana taraf trofi) dan produktivitas (hasil keseluruhan sistem).
Jika dilihat dari komponen biotanya, jenis yang dapat hidup dalam ekosistem, ditentukan oleh hubungannya dengan jenis lain yang tinggal dalam ekosistem tersebut. Selain itu, keberadaanya ditentukan pula oleh lingkungan fisik dan kimia di sekitarnya. Dengan demikian, interaksi antarorganisme ditentukan oleh keseluruhan jenis, faktor-faktor fisik dan kimia yang menyusun ekosistem itu.
Karena ekosistem terdiri atas perpaduan berbagai jenis, dengan berbagai macam kombinasi lingkungan fisik dan kimia yang beraneka ragam maka jika susunan komponen jenis dan susunan faktor fisik serta kimianya berbeda, ekosistem yang dihasilkan pun akan berbeda pula. Perbedaan ini juga akan terlihat pada gatra pencirian ekosistem, yaitu perbedaan genetika, pendauran hara, dan produktivitasnya.  Dari kenyataan ini memberikan kejelasan kepada kita adanya keanekaragaman ekosistem karena tidak mungkin semua ekosistem yang ada tersusun dari organism yang sama dengan unsure lingkungan fisik dan kimia yang sama pula.
Dua ekosistem yang berbeda akan meliliki kombinasi komponen biotik dan abiotik yang berbeda pula.
Gambar 1.1
D.       Keanekaragaman Jenis
Jenis (spesies) merupakan suatu satuan organism yang dapat dikenal dari bentuk atau penampilannya dan terdiri atas pengelompokkan populasi atau gabungan individu yang mampu kawin sesamanya secara bebas (tetapi tidak dapat melakukannya dengan jenis yang lain), untuk menghasilkan keturunan yang menyerupai tetuanya.
Jenis itu terbentuk oleh kesesuaian kandungan genetic yang mengatur sifat-sifat kebakaan dengan lingkungan tempat hidupnya. Lingkungan tempat hidup jenis itu beraneka ragam, jenis yang dihasilkan pasti akan beranekaragam pula. Proses terjadinya jenis pada umumnya berlangsung secara perlahan-lahan dan dapat memakan waktu ribuan tahun, melalui perubahan penyesuaian atau evolusi jenis lainnyang sudah ada sebelumnya.
Kini di dunia terdapat sekitar 325.000 jenis tumbuhan, 1.6.000.000 jenis hewan dan 160.000 jenis jasad renik. Masing-masing jenis ini merupakan keseutuhan yang terpisah dan memiliki karakter serta kekhasan sendiri-sendiri, baik sifat dalam maupun sifat luarnya (seperti daya berbiak, ketahanan terhadap penyakit, daya saing, kemampuan berpencar, ukuran tubuh, dan unsure individu)

1)            Kekayaan Jenis Makhluk Hidup di Indonesia
Tabel 1.2
Rekapitulasi Taksiran Jumlah, Jenis, dan Kelompok Utama Makhluk
Dunia
Divisi/Filum
Nama Umum
Seluruh Dunia
Indonesia
Monera
Fungi
Plantae
Bacteria & Cyanophyceae
Myco & Eumycota
Algae
Bakteri & ganggang
Biru
Jamur
Ganggang
2700
100.000
21.000
16.000
300
12.000
1.800
1.500


Animalia
Bryophyta
Pteridophyta
Spermatophyte
Protozoa
Metazoan rendah
Asoelomata
Vermes
Arthropoda
Mollusca
Vertebrata:
-         Pisces
-         Amphibia
-         Reptilia
-         Aves
-         Mamalia
Lumul
Paku-pakuan
Tumbuhan biji
Protozoa

Aselomata
Cacing
Serangga
Keong

Ikan
Amfibi
Reptil
Burung
Hewan menyusui
13.000
300.000
30.000
10.000

10.000
23.000
1.250.000
50.000

20.000
6.000
8.000
8.900
4.000
1250
26.000
5000
1.500

1.000
2.500
250.000
6.000

2.500
1.000
2.000
1.300
800

2)            Keanekaragaman Mikrobiota Indonesia
Berdasarkan data yang terpencar-pencar dan berpegang pada pola yang diperlihatkan kelompok makhluk lain yang sudah tersusun jumlah jenisnya maka dapat diduga mikrobiota yang berasosiasi bersama makhluk lainnya dalam ekosistem di sekitar kita melebihi 10% dari mikrobiota yang diperkirakan ada di dunia.
Berpegang pada hipotesis tersebut maka dunia monera (mikroba yang tidak memiliki inti sel sejati atau prokariota, seperti bakteri dan ganggang biru) di Indonesia diperhitungkan diwakili oleh sekitar 300 jenis. Contoh kelompok ini diantaranya jenis bakteri pembusuk (misalnya jenis yang menyebabkan terjadinya fermentasi terasi ataupun yang membasikan makanan), bakteri Rhizobium yang mampu menambat nitrogen bebas, bakteri Pseudomonas cocovenans yang menyebabkan keracunan mematikan bila mengontaminasi tempe bongkrek, bakteri Escherichia coli yang mencemari air, dan ganggang Anabaena azollae dimanipulasi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk hijau karena kemampuannya memfiksasi nitrogen bebas bila bersimbiosis dengan tumbuhan paku air (Azolla piƱata).
Mikrobiota yang tergolong dunia tumbuhan (plantae) diwakili oleh kelompok ganggang (algae) dan lumut (Bryophyta). Menurut dugaan jumlah jenis ganggang meliputi ganggang hijau/Chlorophyta, ganggang kemasan/Chrysophyta, ganggang pirang-coklat/Phaeophyta, dan ganggang merah/Rhodophyta, yang ditemukan di Negara kita ada 1.800 jenis.
Gambar 1.2
3)            Keanekaragaman Tumbuhan Berpumbuluh Indonesia
Flora negara kita sangat kaya, diperkirakan 1.250 jenis paku-pakuan dan 25.000 tumbuhan berbunga, hidup di tanah persada ini. Suku terbesar adalah angrek-angrekan yang diperkirakan mempunyai 5000 jenis. Kekayaan flora yang besar ini antara lain merupakan akibat dari struktur vegetasi yang kompleks. Pohon-pohon tinggi sebagai kerangka, menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi berbagai jenis tumbuhan lain dari lumut sampai pohon kecil untuk tumbuh berlindung di bawahnya.
Keanekaragaman ini memang dapat disimpulkan dari besarnya jumlah makhluk yang kita miliki, misalnya tumbuhan meranti-merantian (Dipterocarpaccae), sekitar 70% dari jenis yang ada di dunia terdapat di Negara kita sehingga tidak heran kalau badan internasional seperti IBPGR (International Board for Plant Genetic Resources) berulang kali mensponsori ekspedisi Internasional untuk mengeksplorasi dan mengumpulkan plasma nutfah kerabat liar tanaman budidaya Indonesia.
kekayaan jenis kawasan Indonesia dalam skala local dapat diartikan sebagai jumlah jenis yang besar terdapat dalam luasan kecil. Bukti ini dapat dilihat dari pencacahan pohon yang dilakukan di Wanariset (Kalimantan Timur), dalam 1,5 ha ternyata dapat ditemukan 239 jenis tumbuhan berkayu, ini merupakan bukti bahwa hutan Indonesia merupakan hutan terkaya di dunia (Sastrapraja, et. Al.,1989)
jika berbicara masalah tanaman budidaya, kita memiliki banyak sekali jenis tanaman budidaya, seperti coklat, cengkeh, karet, durian, rambutan, mangga, kesemek, duku, pisitan, vanili, asam, jeruk, salak, pisang, jambu, buncis, kol, padi, sawi, jangung, kacang tanah, kacang kedelai, kacang bogor, kacang panjang, bayam dan kangkung.
Untuk bambu-bambuan, kita memiliki tidak kurang dari 125 jenis bamboo, seperti bamboo tali, bamboo pringgondani, bamboo betung, bamboo surat, bamboo gombong, bamboo haur, dan bamboo tamiang.
Untuk tumbuhan kayu-kayuan yang memiliki ekonomi tinggi, kita memiliki tidak kurang dari 1000 jenis kayu, seperti kayu meranti, kamper, mahoni, albasia, pinus, salam, jati, ulin, johar, dan subsi.
Gambar 1.3


4)            Keanekaragaman Hewan di Indonesia
Kekayaan fauna Negara kita, tercermin dari berbagai segi. Dari jumlahnya saja, diperkirakan 300.000 jenis atau sekitar 15% fauna dunia terdapat di Negara kita yang hanya memiliki kawasan 2% saja dari luas dunia.
Dengan posisi yang menguntungkan itu, baik dari segi kuantitas dan kualitas menunjukkan tingkat yang tinggi. Dari segi kualitas dapat ditunjukkan, fauna yang terdapat di negeri ini mencakup baik kelompok modern, seperti burung dan mamalia masa kini, misalnya gagak dan orang utan maupun kelompok-kelompok primitive seperti binatang berkantung, misalnya kuskus dan mamalia bertelur, misalnya nokdiak serta primate primitif, seperti kukang. Selain itu banyak kelompok yang hanya terdapat endemic di negara kita saja, misalnya burung cendrawasih, anoa, dan babi rusa. Ada juga kelompok lain yang merupakan populasi tersisa, seperti biawak, komodo, dan badak jawa, serta jenis yang merupakan pendamping jenis kerabat yang terdapat di bagian dunia lain, misalnya tapir dan buaya yang jenis kerabatnya terdapat di Amerika bagian Selatan.
Dari segi praktis tentu banyak pula kekayaan keanekaragaman fauna Indonesia yang mencakup tidak kurang dari 300.000 jenis. Keanekaragaman hewan di Indonesia juga terlihat dari persebaran geografi dan ekologinya. Di sebelah barat garis Walllace, fauna Indonesia mendapat pengaruh dari fauna Asia. Untuk hewan bertulang belakang, banyak jenis besar yang terdapata di Asia daratan juga terdapat di negeri kita ini, misalnya, harimau, gajah, dan badak. Di dunia terdapat lima jenis badak yang kini masih tertinggal, dua diataranya terdapat di Indonesia. Gajah yang masih hidup ada dua jenis, satu diantaranya ada di Inonesia. Sapi liar yang diperkirakan terdiri atas 4 jenis di Asia Tenggara, satu jenis terdapat di Indonesia. Kerbau dan harimau yang berasal dari India, terdapat pula di Indonesia. Di Kalimantan Timur terdapat mamalia air tawar (pesut Mahakam) merupakan jenis yang tidak umum terdapat di Asia Tenggara.
Burung, reptil, amfibi, dan ikan juga menunjukkan tingginya keanekaragaman dan kekhasan daerah atau pulau yang dihuninya. Di dunia terdapat 8.900 jenis burung, 1.300 jenis diantaranya terdapat di Indonesia. Salah satu jenis kakaktua termahal di dunia (kakaktua raja), berasal dari Indonesia.
Negara kita juga memiliki jenis reptil yang unik dan menarik. Biawak komodo, jenis biawak terbesar dan tertua yang masih hidup terdapat di pulau Komodo dan sekitarnya. Adanya kelompok cicak rumah yang terbesar ukurannya, yaitu tokek yang tidak terlalu umum ditemukan di bagian dunia lain.
Ikan Indonesia sudah dikenal di dunia. Tongkol, tenggiri, bandeng, bawal, kakap, baronang, dan masih banyak lagi jenis ikan laut yang sudah lama menjadi komoditi ekspor  dan banyak dicari oleh pengusaha ikan. Dari kelompok ikan air tawar dapat diungkap di wilayah Indonesia Barat terdapat lebih dari 500 jenis dan banyak diantaranya tergolong buas (lele-lelean). Sementara di wilayah Indonesia Timur tercatat sekitar 100 jenis ikan air tawar.
Dari dunia serangga kita mengenal diantaranya ulat sutra, lebah madu dan kutu lak. Kita perlu mengingat terdapat ratusan jenis kupu-kupu yang indah yang menunjukkan kekuatan Indonesia bagian Timur.
E.        Keanekaragaman Genetik
Ayam merupakan contoh dari satu jenis hewan, yakni jenis ayam. Ternyata dari jenis yang sama ini masih kita temukan banyak keragaman, baik dalam bentuk, penampilan, maupun sifatnya. Anda mengenal yang dinamakan ayam Bangkok, ayam pelung, ayam buras, ayam hutan, ayam bekisar, ayam kinantan, ayam katai, ayam lampung, ayam cemara, ayam broiler, ayam cemani, ayam nunukan, dan ayam yang lainnya. Keanekaragaman ini disebut keanekaragaman genetik.
Setiap jenis, umumnya terdiri atas beberapa populasi yang tersusun dari sekumpulan individu yang banyak sekali jumlahnya. Seluruh individu suatu jenis itu memiliki kerangka dasar komponen genetik yang sama. Akan tetapi, setiap kerangka dasar tadi tersusun oleh ribuan faktor pengatur kebakaan. Faktor inilah yang menentukan apakah suatu bibit jagung itu berbiji putih, kuning, merah, ungu, atau lainnya. Atau apakah seekor ayam itu akan berbulu hitam, coklat, putih, abu-abu, atau totol. Untuk setiap sifat yang nampak tadi atau ayng tidak jelas terlihat, akan ada satu faktor pengaturnya yang disebut gen
Walaupun masing-masing individu itu memiliki susunan genetic yang berbeda, di dalam tingkat jenisnya akan terdapat pengelompokkan yang memungkinkan adanya kisaran kesamaan dalam taraf tertentu, membentuk lungkang (pool) individu yang mempunyai kesamaan dalam kisaran lingkungan itu.
Gambar 1.4




BAB III
PENUTUP
A.          Kesimpulan
Makhluk hidup merupakan benda hidup yang mempunyai ciri khas yang membedakan dengan makhluk tak hidup. Ciri-ciri makhluk hidup yang membedakan dengan benda tak hidup antara lain; bernapas, bergerak, menerima dan menanggapi rangsang, berkembang biak, tumbuh dan berkembang, memerlukan makan dan mengeluarkan zat sisa.
Makhluk hidup di dunia ini sangat beraneka ragam. Keanekaragaman makhluk hidup menjadikan para ilmuan membuat suatu sistem yang dinamakan klasifikasi. Tujuan dari klasifikasi adalah mempermudah para ilmuan untuk mempelajari makhluk hidup sesuai dengan persamaan yang ada pada makhluk hidup. Para ahli taksonomi modern mengklasifikasikan semua makhluk hidup menjadi enam kingdom yang meliputi, Archaebacteria, Eubacteria, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.
Keanekaragaman pada makhluk hidup dibagi menjadi: keanekaragaman ekosistem, keanekaragaman jenis, dan keanekargaman genetika.

B.           Saran
Mengharapkan setiap mahasiswa Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar pada khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya, selalu berusaha menambah wawasannya tentang Ilmu Pengetahuan Alam, agar dapat menjadi generasi penerus yang memajukan bangsa dan negara dengan tetap mengahargai alam, serta lebih bijak memanfaatkan Sumber Daya Alam.
Terlebih lagi, kita sebagai calon pendidik diharapkan dapat mengajarkan kepada peserta didik kita tentang keanekaragaman makhluk hidup agar mereka lebih peduli terhadap makhluk hidup yang ada di alam semesta ini.






DAFTAR PUSTAKA

Sumardi, Yosaphat, dkk. 2009. Konsep Dasar IPA Edisi 1. Jakarta: Universitas Terbuka